akhir-akhir ini banyak berita yang meributkan dengan adanya penjiplakan karya oleh grup band dmasiv, cukup banyak anggapan miring dari berbagai pihak hingga sampai-sampai pemilik label dmasiv angkat bicara seputar topik ini. mereka berkilah telah kecolongan dengan adanya rumor semacam ini. bagi grup band ini tentunya anggapan semacam ini merupakan goresan hitam yang mungkin tak akan mudah hilang dalam kancah band mereka. band yang pernah tenar karena menjadi juara dalam kontes band A mild: most wanted ini tentunya memilki harapan yang besar pada bandnya kelak, tetapi apa daya bahwa berita miring ini dapat kurang lebih menjadi tamparan yang cukup telak bagi band ini, secara otomatis popularitas yang berusaha diraih runtuh. bahkan baru-baru ini di facebook banyak komentar yang mengutarakan miring terhadap anggapan ini. dmassivers sebutan bagi fans demasiv menambahkan title bagi dirinya sebagai eks-massivers.
terlepas dari berbagai anggapan tersebut saya cukup bingung dengan apa yang sebenarya diingikan masyarakat kita, dengan meributkan hal sepele semacam ini. memang hal ini merupakan penting bagi kita dimana ada persoalan hak cipta yang dibawa kedalam masalah ini. namun layaknya seorang yang mempunyai daya pikir tentunya kita harus mampu memilih mana yang seharusnya penting untuk kita perdebatkan, contohnya saja masalah yang berhubungan dengan pendidikan bahwa masih banyak orang-orang yang masih belum dapat merasakan pendidikan, lebih baik kita menyimpan tenaga kita fokus terhadap masalah yang menyangkut lebih banyak pihak semacam ini, bukan hanya memikirkan hal-hal yang berusaha menjatuhkan sedikit pihak saja.
tentunya bagi peninjau seni hal plagiat semacam ini merupakan hal yang penting, tetapi akan disayangkan pada akhirnya hal ini akan berhenti pada pemahaman saja lalu hilang layaknya gosip yang berseliweran di ranah infotainment. ironis memang, bahwa menjadi pusat publik adalah sesuatu yang dicari sekaligus sesuatu yang dapat "memakan" kita. coba kita bayangkan bagaimana apabila kita diserang pikiran kita dengan berbagai cercaan pastilah yang akan terbunuh adalah karakter. lebih baik kita bersama-sama memikirkan apa yang selanjutnya, dan bukan hanya memikirkan yang dulu dan sekarang ini. masih banyak yang harus kita pikirkan menyangkut masalah menahun bangsa kita seperti korupsi, pendidikdn tidak merata, dan masalah kemanusiaan yang belum tahu dibawa kemana arahnya. apalagi masalah itu seakan akan terbenamkan dengan ributnya masalah tentang pemilu dan perebutan kekuasaan tentang apa koalisi dengan siapa, yang saya rasa kurang penting untuk di bahas.(nunu)
Minggu, 03 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar